5 Penyakit Kritis yang Sering Tercover oleh Asuransi

Penyakit Kritis yang Sering Tercover Asuransi Kesehatan

Kesehatan menjadi hal yang paling berharga untuk dijaga saat ini. Penyakit yang ada dalam tubuh membuat kesehatan terganggu. Untuk melindugi kesehatan badan, ada asuransi kesehatan yang dapat digunakan menjaga tubuh dari kemungkinan terburuk. Seperti sakit akibat penyakit kritis.

Penyakit Kritis yang Sering Tercover Asuransi Kesehatan

Penyakit Kritis yang Sering Tercover Asuransi Kesehatan

Biaya asuransi yang terdapat pada asuransi kesehatan diberikan untuk mencover penyakit berat dan kritis yang diderita oleh tertanggung. Biasanya penyakit kritis ini membutuhkan biaya perawatan yang banyak, sehingga perlu bantuan keuangan untuk membantu kesehatan tertanggung. Penyakit kritis yang dimaksud yaitu :

1. Penyakit Jantung

Jantung adalah organ vital manusia. Detak jantung bergerak tiap detik dan berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Jika detak jantung terhambat, tentu saja fungsi organ lainnya juga terpengaruh.

Penanganan penyakit jantung sangat penting, karena jantung berhenti berdetak sekian detik saja bisa mengakibatkan kematian. Itulah kenapa penyakit jantung perlu penanganan serius dan tercover oleh asuransi kesehatan.

2. Penyakit Kanker

Kanker juga termasuk penyakit kritis yang bisa menyebabkan kematian. Pertumbuhan kanker di dalam tubuh dapat mengakibatkan fungsi organ dalam lainnya terganggu, sehingga kanker yang awalnya dari tumor ini harus dibasmi.

3. Penyakit Hipertensi

Hipertensi atau darah tinggi termasuk penyakit yang juga memicu munculnya penyakit lain. Biasanya liver atau bahkan bisa stroke. Tekanan darah tinggi bisa menyumbat pembuluh darah dan bisa membahayakan keselamatan seseorang. Penderita tekanan darah tinggi biasanya harus dipantau pola makannya agar kesehatannya terjaga.

4. Penyakit Stroke

Serangan stroke terjadi ketika syarat di otak terganggu atau terjepit sehingga fungsi alat gerak tubuh jadi terganggu. Stroke bisa berulang, dari serangan satu ke serangan dua atau serangan tiga. Jika sudah sampai serangan ketiga, penderita bisa lumpuh dan itu bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Jadi harus diwaspadai.

5. Penyakit Ginjal

Ginjal termasuk salah satu organ vital juga di dalam tubuh. Fungsi utamanya untuk mengontrol cairan dan membuang racun keluar tubuh. Selain itu juga mencuci darah kotor yang mengandung karbon dioksida menjadi darah bersih yang mengandung oksigen.

Jika ginjal sudah rusak, maka darah kotor akan bercampur dengan darah bersih dan membahayakan organ lain yang membutuhkan asupan darah yang kaya oksigen. Ini berbahaya karena bisa mengakibatkan ginjal rusak atau disebut gagal ginjal.

Penderita gagal ginjal harus cuci darah seminggu sekali atau seminggu dua kali tergantung parah tidaknya kerusakan pada ginjal. Tentu saja biaya cuci darah ini tidak sedikit. Jika tidak dicover oleh asuransi kesehatan, penderita tidak dapat melanjutkan hidup karena darah yang mengalir di tubuhnya masih darah kotor. Darah kotor bisa merusak organ.

Mengapa Penyakit Kritis perlu Diklaim Asuransi Kesehatan

Penyakit kritis membuat penderitanya merasa sengsara. Sebagian besar hidupnya bergantung dari perawatan yang dilakukan dan itu membutuhkan biaya perawatan yang tidak sedikit. Itulah kenapa diperlukan asuransi kesehatan agar dapat mencover biaya asuransi penderita. Alasan lainnya yaitu :

1. Penyakit Kritis Mengalami Peningkatan Tiap Tahun

Riset kesehatan dasar dari Kementerian Kesehatan tahun 2018 menyebutkan bahwa ada peningkatan jumlah penderita penyakit kritis di Indonesia tiap tahunnya.

Hipertensi yang awalnya 25,8% naik menjadi 34,1%. Lalu ada stroke yang meningkat dari 7% ke 10,9%. Ginjal kronis naik dari 2% menjadi 3,8%, sementara kanker naik dari 1,4% menjadi 1,8%. Kenaikan jumlah penderita penyakit krisis ini membuktikan bahwa biaya asuransi juga semakin besar dan semakin banyak orang yang perlu dibantu perawatannya melalui asuransi kesehatan.

2. Menjadi Penyebab Kematian Terbesar di Tanah Air

WHO menyebut bahwa penyakit kritis menjadi penyebab kematian terbesar saat ini. Di Indonesia saja, sudah ada 73% kematian yang disebabkan oleh penyakit kritis yang tidak menular. Termasuk di dalamnya penyakit jantung, ginjal, hipertensi, stroke dan juga kanker.

3. Membutuhkan Biaya Pengobatan yang Besar

Penyakit kritis termasuk penyakit yang perawatannya khusus dan membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh. Artinya biaya pengobatannya pun banyak karena dilakukan terus menerus. Asuransi kesehatan memberikan bantuan biaya asuransi yang dapat meringankan beban penderita dalam hal pengobatan dan perawatan.

4. Menyebabkan Kebangkrutan Bagi Pasien

Hampir dari 50%  dari total 9513 penderita kanker mengalami kebangkrutan akibat banyaknya biaya pengobatan yang dilakukan. Panelitian ini didapat dari ASEAN Cost in Oncology (ACTION) yang dilakukan pada tahun 2014 sampai 2015.

Mengingat angka penderita kanker tiap tahun mengalami kenaikan, maka angka kebangkrutan akibat penyakit ini juga semakin banyak. Asuransi kesehatan membantu penderita untuk meringankan beban biaya kesehatan, sehingga kebangkrutan semacam ini tak perlu terjadi lagi.

5. Bisa Dicegah dengan Menerapkan Pola Hidup Sehat

Penyakit kritis sebenarnya bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat sejak muda. Makan makanan yang sehat, olahraga teratur, tidur yang cukup dan berbagai aktivitas menyehatkan lainnya. Hidup sehat dapat membuat hari tua juga sehat.

Ingin kesehatan kita selalu terjaga, tak ada salahnya membeli asuransi kesehatan untuk membantu meringankan beban kita saat tua nanti. Terlebih saat kita tiba-tiba terkena penyakit kritis.

Asuransi Mega Life punya asuransi kesehatan Mega Hospital Investa memberikan perlindungan kesehatan kepada tertanggung dengan manfaat yang lengkap. Mulai dari santunan harian rawat inap, no claim bonus sampai santunan meninggal dunia. Infomasi selengkapnya langsung saja ke www.pfimegalife.co.id.

You May Also Like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.