4 Strategi Retensi Karyawan yang Bisa Anda Terapkan

Strategi retensi karyawan adalah segala upaya yang dilakukan perusahaan untuk mempertahankan karyawannya.

Alasan yang mendasarinya adalah untuk mencegah turnover rate karyawan yang bisa menyebabkan nilai organisasi perusahaan bisa turun yang akan berdampak langsung bagi bisnis.

turnover rate juga bisa membuat cost pada sektor SDM akan lebih besar dan mempengaruhi keuangan perusahaan secara langsung.

Untuk itu, artikel ini membahas 5 strategi retensi karyawan yang bisa perusahaan lakukan setidaknya dalam jangka panjang.

Strategi Retensi Karyawan dan Kondisi Turnover Karyawan

Strategi Retensi Karyawan dan Kondisi Turnover Karyawan

Mempertahankan karyawan memang terdengar sederhana. Namun perusahaan sering mengabaikan hal satu ini.

Mempertahankan karyawan bukan hanya soal bagaimana Anda memberikan gaji yang besar. Namun bagaimana segala kebutuhan karyawan di samping pekerjaan mampu terpenuhi.

Bagaimana karyawan betah berlama-lama untuk mengabdikan diri kepada perusahaan dalam arti yang positif.

Retensi karyawan sangat erat kaitannya dengan turnover rate karyawan yaitu tingkat perputaran atau pergantian karyawan karena hal-hal tertentu dan cenderung berdampak negatif bagi perusahaan.

Dilansir Asean Mercer, ada 9% karyawan Indonesia yang mengajukan resign di tahun 2019 dengan tingkat turnover tertinggi dipegang oleh industri keuangan dengan angka 14%.

Hal tersebut tentu di atas angka wajar turnover yang seharusnya tidak boleh lebih dari 10%.

Untuk menekan angka tersebut, maka yang harus dilakukan perusahaan adalah menyelenggarakan strategi retensi karyawan.

Perusahaan bisa menerapkan beberapa strategi dasar retensi karyawan berikut.

1. Buat Karyawan Lebih Terlibat dalam Pekerjaan

Hal yang sering dilupakan oleh perusahaan adalah lupa untuk membuat karyawan terlibat dalam pekerjaan atau perusahaan secara keseluruhan.

Menurut jajak pendapat Gallup pada tahun 2017, ada 73% karyawan yang secara aktif tidak dilibatkan dalam pekerjaan dan mencari pekerjaan baru.

Sebagai manajer atau bahkan perusahaan harus memahami apa yang membuat karyawan bisa termotivasi untuk ikut terlibat untuk mengembangkan perusahaan.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat karyawan lebih engage terhadap perusahaan:

  • Membuat kuesioner kepuasan kerja dan masukan karyawan
  • Menyelenggarakan diskusi terbuka pada akhir bulan terkait pencapaian dan hambatan kerja.
  • Mengadakan pengembangan skill bagi karyawan.
  • Membuat alur pekerjaan lebih mudah bagi karyawan.
  • Adanya insentif pekerjaan.

Dan hal-hal lainnya yang sifatnya mampu memberikan kemudahan dan keleluasaan karyawan untuk mengembangkan dirinya dan perusahaan.

2. Bangun Organization Branding bagi Karyawan

Salah satu yang diinginkan karyawan ketika memilih perusahaan Anda sebagai tempat bekerja adalah kebanggaan.

Bukan hanya besarnya brand perusahaan dari luar, namun brand organisasi internal perusahaan yang bisa karyawan banggakan.

Salah satu cara meningkatkan brand internal organisasi seperti kegiatan amal, membuat acara dengan komunitas luar, atau turut terlibat dalam isu-isu sosial dan lingkungan.

Selain berkomunikasi dengan lingkungan luar, organization branding juga bisa dilakukan melalui penyusunan lingkungan kerja yang baik.

Misalnya, membuat lingkungan kerja yang lebih fleksibel dan memungkinkan adanya kerjasama tim secara terbuka.

3. Gaji dan Benefit yang Kompetitif

Tidak bisa dipungkiri bahwa gaji dan benefit juga termasuk ke dalam bucket list karyawan bekerja untuk perusahaan Anda.

Buatlah gaji yang Anda tawarkan lebih kompetitif dan setidaknya tidak di bawah rerata gaji pada bidang pekerjaan tersebut.

Selain gaji, benefit seperti asuransi kesehatan dan kesempatan benefit lainnya juga perlu dipertimbangkan.

Buat akses yang lebih mudah bagi karyawan untuk bisa menggunakan benefitnya misalnya menggunakan aplikasi benefit karyawan.

4. Buat Karyawan Lebih Mudah Melakukan Pekerjaannya

Menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk melakukan kalkulasi dan rekonsiliasi data, atau melewati birokrasi yang amat panjang hanya untuk mengajukan cuti dan memperbaiki absensi.

Di era teknologi saat ini, bukan hal yang tidak mungkin untuk memangkas atau merampingkan pekerjaan bahkan untuk hal-hal yang berhubungan dengan karyawan.

Misalnya saja perusahaan bisa menggunakan software attendance management untuk mengelola data karyawan atau software akuntansi untuk mempermudah pengelolaan keuangan.

Adanya teknologi, perusahaan juga bisa meningkatkan nilai perusahaan yang akan berpengaruh langsung pada bisnis perusahaan.

Memahami Karyawan adalah Kunci

JIka melihat pada poin-poin strategi di atas, semuanya mengarah pada satu hal: memahami kebutuhan dan karakteristik karyawan.

Perusahaan bisa mengakomodasi bentuk perbedaan karyawan dengan membentuk sebuah sistem terintegrasi salah satunya menggunakan teknologi.

Seperti yang telah disebutkan di poin empat, teknologi mampu mempermudah pekerjaan karyawan.

Di sisi lain, adanya teknologi juga mampu mempermudah perusahaan untuk mengakomodasi perbedaan dan kebutuhan karyawan.

Misalnya saja karyawan tidak perlu lagi mengajukan cuti dengan cara lama yang lebih birokratis dan bisa mengajukan dengan mudah melalui aplikasi di smartphone.

Karyawan juga bisa dengan mudah mengakses benefitnya dengan mudah melalui smartphone.

Untuk itu, Talenta sebagai penyedia software attendance management dan payroll siap membantu perusahaan untuk meningkatkan retensi karyawan Anda saat ini.

Dengan berbagai fitur mulai dari absensi online, pengelolaan cuti, hingga integrasi payroll dan benefit semua bisa dilakukan oleh Talenta.

You May Also Like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *